Sabtu, 04 April 2020

Pemuda Demokrat GEBRAK Lawan Covig-19 di Surabaya 5 April 2020

Pemuda Demokrat GEBRAK Lawan Covig-19 di Surabaya 5 April 2020

GEBRAK - Gerakan Bersama Rakyat melawan covid-19 dilaksanakan oleh organisasi Pemuda Demokrat pada hari Minggu 5 April 2020 di Surabaya.

Organisasi pimpinan Fandi Utomo ini dalam GEBRAK lawan Covig-19 di Surabaya ini memimpin para anggota GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang dipimpin oleh Arjuno Putra Aldino dan Ageng Dendi Setiawan dan kegiatannya berupa berupa sosialisasi cuci tangan, penyemprotan disinfektan, pembagian dispenser cuci tangan dan pembagian hand sanitizer.

Sebagaimana pengumuman yang marak di media sosial dan stiker yang rencananya dibagikan pada masyarakat yang dikunjungi maupun yang lewat, kegiatan GEBRAK Lawan covig-19 ini titik kumpulnya di Wisma Marinda Surabaya disertai semboyan "Fandi Utomo Solusi Untuk Surabaya" beserta logo organisasi Pemuda Demokrat bersama organisasi pendukungnya.

Sebagaiman diketahui sebelumnya Arjuno Putra Aldino bersama Ageng Dendi Setiawan sebagai GMNI membuat release yang dimuat pada belasan media massa, yang intinya menyatakan bahwa Fandi Utomo adalah Solusi Untuk Surabaya dan cocok pimpin Surabaya sebagai Walikota.

Surabaya akan mengadakan pemilihan walikota, dan Fandi Utomo sedang gencar untuk maju sebagai calon walikota pada pemilihan tersebut.

Berikut berbagai media yang memuat release Arjuno Putra Aldino bersama Ageng Dendi Setiawan sebagai GMNI mendukung Fandi Utomo sebagai calon walikota Surabaya dengan slogan Fandi Utomo Solusi Untuk Surabaya


GMNI: Fandi Utomo Tokoh Yang Cocok Untuk Pimpin Surabaya
Ketum GMNI: Fandi Utomo Sosok Visioner

Ketum GMNI: Fandi Utomo Sosok Visioner Bagi Surabaya

Ketum GMNI: FU Cocok Untuk Surabaya

Ketum GMNI: FU memiliki sosok Visioner Untuk Surabaya

Ketum GMNI:  Fandi Utomo Cocok Untuk Walikota Surabaya

Ketua Umum GMNI Sebut Fandi Utomo Solusi Untuk Surabaya

Ketum GMNI Dukung Fandi Utomo Maju Polwali Surabaya 2020

Ketum GMNI: Fandi Utomo Sosok Visioner

Ketum GMNI: Fandi Utomo Sosok Visioner Untuk Surabaya

Ketum GMNI: Optimistis Fandi Utomo Sosok Visioner Untuk Surabaya

Ketum GMNI: Fandi Utomo Cocok Menjadi Walikota Surabaya



Minggu, 23 Februari 2020

Ihhh Ngeri, Warga Tangsel Positif Terpapar Radiasi Nuklir

Ihhh Ngeri, Warga Tangsel Positif Terpapar Radiasi Nuklir

Gara-Gara Bahan Nuklir Kok Tiba-Tiba ada Di Perumahan Dinas Pegawai Batan. Siapa yang Membawa Kesana?? Terkontaminasi Cs 137 dan Kalium 40 ringan


Komplek Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten dikejutkan oleh hasil pemeriksaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) setelah pemeriksaan 9 warga yang diduga terkontaminasi radioaktif tersebut.

Hasil penyisiran bahan radioaktif Bapeten dengan Whole Body Counting (WBC) pada hari Jumat (22/02) menyebutkan 2 warga di Tangerang Selatan,  positif terpapar bahan radioaktif Nuklir tapi dalam posisi terkontaminasi tingkat ringan.

Kalau di hitung nilai kandungan kontaminasi Cs 137,dengan dosis 0,12 milisievert dibawah standard yang diizinkan 1milisievert dan warga lainnya terkandung Kalium 40″ujar Sekretaris Utama Bapeten Hendriyanto Hadi Tjahyanto di Balai Kota Tangsel.

Secara teori tidak berdampak sama sekali. Harusnya tidak ada masalah namun kita lihat lagi dua bulan kedepan untuk diperiksa," tegas Hendriyanto.

Kandungan zat radioaktif Cs 137 didalam tubuh akan" musnah" dalam waktu 70 hari dan zat radioaktif dapat hilang dengan obat-obat medis sehingga dua warga tidak perlu perlakuan khusus tambah Hendriyanto kepada reporter Editor.Id.

Dari pemeriksaan yang ada dua warga terkontaminasi bahan radioaktif Nuklir karena mengkonsumsi tanaman dari hasil kebun di area lahan kosong tempat tercemarnya zat radioaktif.

Penemuan adanya dampak bocornya radioaktif Nuklir di Perumahan Dinas Pejabat Batan memang memunculkan misteri dan teka-teki. Pasalnya bahan radioaktif Nuklir dilarang keras keluar dari Laboratorium Reaktor Nuklir di kawasan Puspitek Serpong berdasarkan ketentuan Lembaga Nuklir internasional,

Namun saat Bapeten menguji alat pendeteksi radioaktif yang baru saja didatangkan dari Luar negeri diluar dugaan mereka menemukan adanya penyebaran dampak radioaktif Nuklir yang berada di lahan kosong bekas lapangan olah raga di perumahan Dinas pejabat Batan.

Pertanyaannya. Kenapa bahan pemurnian Nuklir itu bisa berpindah tempat ke lahan kosong di perumahan Batam. Siapa yang membawa dari Laboratorium Nuklir di Puspitek Serpong. Polisi harus mengusut tuntas. Karena bahan Nuklir ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan dampak warga terkena radasi yang menyebabkan cacat tubuh. (ard)


Sumber:

Minggu, 16 Februari 2020

Wanita Indonesia Jadi Budak Seks Orang Arab

Wanita Indonesia Jadi Budak Seks Orang Arab
Dijadikan Alat Pemuas Nafsu Syahwat Bagi Para Tuan Dari Arab

Setelah bertahun-tahun tak tersentuh penindakan hukum, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim Polri) akhirnya membongkar jaringan penjualan perempuan dengan modus praktek "Wisata Seks Halal" di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Para gadis Indonesia itu "dijual" ke turis Arab untuk menjadi pelampiasan nafsu bejat orang Arab. Ironisnya, kehormatan wanita itu hanya dijual murah. Untuk melayani orang Arab selama seminggu hingga tiga minggu dikencani, para wanita Indonesia itu hanya menerima uang Rp 2 juta. Sungguh miris!!!

Agar wisata seks ini tidak terusik persekusi warga setempat maka harus dilabeli dengan sebutan Wisata Seks Halal. Karena untuk mengencani para wanita itu, turis Arab harus menggelar nikah jadi-jadian. Yakni menggunakan penghulu abal-abal. Akad nikah cuma dilakukan dengan salaman dan membayar biaya akad nikah Rp 200 ribu.

Setelah terbongkar, kasus ini diarahkan Bareskrim Polri sebagai Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO. Karena para pelaku "menjual" wanita obyek seks kepada turis Arab dengan modus kawin kontrak dan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial atau PSK.

Brigjen Pol Ferdy Sambo, Dir Tipidum Bareskrim Polri mengatakan Wisata Seks 'Halal' di Puncak ini sudah menjadi isu internasional. Sehingga Bareskrim Polri mencoba menyelidiki di Puncak.

"Dan terungkaplah jaringan di mana kita menangkap dua pelaku wanita penyedia perempuan, kemudian ada yang mengkoordinir seluruh kegiatan prostitusi ini yang mencari perempuan dan mencari warga negara asing," ujar Brigjen Sambo Jumat (14/2/2020) di lobi Bareskrim, Jakarta.

Setidaknya ada 4 tersangka yang ditangkap. Mereka adalah mucikari yakni Nunung Nurhayati, Oom Komariah alias Rahma (penyedia perempuan), Saleh (penyedia laki-laki, Warga Negara Arab) dan Devi Octa Renaldi (yang membawa korban untuk di booking).

Keempat tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda. Sementara satu tersangka lainnya bernama Almasoud Abdul Azis yang merupakan turis Arab berperan sebagai pemesan perempuan yang ia booking menjadi budak seks (istri kontrak), telah dideportasi ke negara asal.

Dalam pengungkapan ini, modus yang dilakukan para pelaku adalah penyedia ataupun penjual perempuan untuk dijadikan PSK. Mereka juga berperan sebagai penghulu dan perantara.

Adapun keuntungan yang didapat oleh Mucikari yaitu 40 persen dari harga yang ditentukan. Satu kali kencan, pelaku meminta harga Rp 200 ribu sampai dengan Rp 500 ribu.

Sedangkan, untuk kawin kontrak dengan jangka waktu tiga hingga satu minggu, para pelaku ini mematok Rp 2 juta hingga Rp 10 juta

Menurut Brigjen Sambo, praktik kawin kontrak atau Wisata Seks "Halal" yang ada di Kawasan Puncak Bogor ini sudah dijalankan oleh para tersangka sejak tahun 2015. Target utama mereka adalah warga negara asing yang sedang berlibur ke Puncak, Bogor.

Dalam pengungkapan ini, modus yang dilakukan para pelaku adalah penyedia ataupun penjual perempuan untuk dijadikan PSK, Penghulu dan perantara.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo menuturkan modus yang dilakukan yakni melalui booking out kawin kontrak dan short time.

"‎Jadi para korban dipertemukan dengan pengguna yang merupakan WN Arab yang ingin melakukan kawin kontrak ataupun booking out short time di villa daerah puncak dan di apartemen di kawasan Jakarta Selatan," ucap jenderal bintang satu itu.

"Tersangka NN dan OK ini mucikari atau penyedia perempuan‎. Tersangka HS penyedia WN Arab. Korban dibawa oleh NN dan OK ke HS menuju villa menggunakan mobil yang dikendarai oleh DO," tutur Ferdi Sambo lagi.

Dari kelima tersangka, lanjut Ferdi Sambo, pihaknya menyita barang bukti berupa 6 ponsel, uang tunai Rp 900 ribu, print out pemesanan villa dan apartemen, invoice, parpor hingga dua buah boarding pass.

Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang‎ (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara.

Karo Penmas Masbes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono juga membenarkan bahwa kasus perdagangan manusia ini terbongkar setelah ada video testimoni viral di media sosial.

Menurut Argo video tersebut beredar di Youtube dengan Bahasa Inggris.

Dalam video, lanjut Argo, seseorang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak Bogor.

Bahkan dikatakannya, video tersebut telah menjadi perbincangan dunia internasional. "Dari hasil penyelidikan kasus tersebut, kini ada lima orang yang kemudian ditetapkan menjadi tersangka," tutur Argo Yuwono.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa video testimoni tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak 8 tahun lalu Video berdurasi 3,33 menit tersebut diproduksi oleh media asing dan pertama kali diunggah pada 2011 silam.

Setelahnya, video tersebut kembali diunggah pada 2013 hingga kemudian kembali menjadi perbincangan beberapa bulan lalu.

Bupati Bogor Ade Yasin menduga bahwa isu kawin kontrak yang bertajuk 'halal sex' yang kembali tersebar ini merupakan upaya oknum tertentu yang ingin menjelek-jelekkan Bumi Tegar Beriman.

Di kawasan Puncak, Jawa Barat, ada perkampungan yang lazim dan lumrah disebut sebagai Kampung Arab. Banyak warga keturunan Arab yang pindah ke Puncak untuk menetap, berbisnis, menikah, dan berbagai tujuan lainnya.

Lokasi Cipanas-Cianjur

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengungkapkan, jaringan prostitusi di kawasan Puncak selama ini beroperasi di wilayah Vila Kota Bunga, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Mereka mencari pelanggan dengan cara berkeliling di kawasan villa menggunakan mobil sambil menawarkan layanan seksual kepada wisatawan dan pengunjung.

"Harga sekali kencan yang dibanderol jaringan ini bervariatif, mulai kisaran Rp 1juta juga hingga Rp 1,5 juta. Sasarannya lebih kepada turis mancanegara," kata Juang belum lama ini.

Tersangka mucikari kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor menuturkan proses ijab kabul yang dilakukan dengan pelanggannya yang merupakan turis Arab.

Rupanya, ada beberapa kriteria yang disampaikan oleh turis Arab dan calon istri kontraknya. Kebanyakan turis Arab meminta wanita janda, sedangkan calon istri kontrak meminta pria yang tidak kasar. Kemudian juga terungkap kalau kebanyakan turis Arab meminta wanita yang pernah menikah

Video wisata seks halal di Bogor itu jadi viral dan bahkan tersebar ke internasional. Dalam video itu sejumlah pelanggan bahkan memberikan testimoni setelah terlibat di dalamnya.

Berdasarkan video tersebut, kepolisian langsung bertindak tegas dan menetapkan kasus ini sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO).



Pimpinan KPK Bentuk Satgas, Tapi Ditolak Pegawainya

Pimpinan KPK Bentuk Satgas, Tapi Ditolak Pegawainya
Banyak Kasus Pencucian Uang Kiriman Dari PPATK Mangkrak Karena Tidak Diperdulikan

Menahkodai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan perkara mudah. Jika sang pemimpinnya salah langkah maka akan menjadi blunder. Pasalnya pegawai di lembaga anti rasuah ini dikenal kritis terhadap pimpinannya.

Sebagai bukti, rencana pimpinan KPK yang akan membentuk tiga satuan tugas justru mendapatkan resistensi atau penolakan dari internal lembaga antirasuah itu.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan rencana itu mendapatkan penolakan dari sejumlah pegawai.

"Harus saya akui, memperkenalkan sesuatu yang baru selalu dihadapkan dengan sinisme dan penolakan dari sistem yang merasa telah berjalan dengan 'sangat baik'," kata dia saat dihubungi, Sabtu (15/2/2020)

Nawawi mencontohkan sejumlah pernyataan yang dilontarkan dari internal ketika pimpinan KPK menggagas rencana ini.

Menurut dia sebagian pegawai menilai rencana tersebut perlu didiskusikan lebih dulu. Sedangkan sebagian lagi ada yang berkata bahwa tanpa pembagian kewenangan, satuan tugas sudah berjalan dengan baik.

"Atau (rencana) itu, masih sangat sulit, Pak, atau terbatas SDM di kami, Pak," ujar Nawawi.

Rencana pembagian satgas pertama kali dilontarkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Senin, 27 Januari 2020. Marwata berujar satgas akan dibagi menjadi tiga yakni, satgas tangkap tangan, pencucian uang, dan pengembangan kasus.

Menurut Alex pembagian diperlukan demi pengaturan sumber daya manusia di KPK.

Selama ini, kata dia, kebanyakan pegawai KPK berfokus ke operasi tangkap tangan.

"Ke depan, kami sepakat akan membentuk satgas tersendiri, yang menangani tertangkap tangan, case building dan TPPU," kata dia.

Seorang pegawai KPK menyangkal adanya penolakan dari internal terhadap rencana pembentukan tiga satgas ini.

Dia menilai hanya terjadi miskomunikasi antara pimpinan dan pegawai, sehingga memunculkan isu liar.

Sebagian pegawai khawatir rencana ini dilakukan hanya untuk menggeser sejumlah orang.

"Takut itu dijadikan satgas pembuangan atau untuk geser orang, pimpinan mestinya memastikan bahwa itu tidak benar," kata dia sebagaimana dilansir dari tempo.co.

Adapun Nawawi mengatakan rencana pembentukan tiga satgas ini murni untuk kepentingan efektifitas penyelidikan perkara korupsi.

Ia menyebut banyak Laporan Hasil Analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang terbengkalai.

"Banyak LHA yang diumpankan teman-teman PPATK seperti hanya menjadi arsip tak bertuan," kata dia.


Jumat, 14 Februari 2020

Gara-Gara Takut Pada Patung

Editor.ID News
Geger Patung Gajah Berbentuk Aneh di Gresik
Pembuatan Patung Menghabiskan Anggaran 1 Milyar

EDITOR.ID - Gresik , Warganet digegerkan dengan kemunculan patung Gajah berbentuk unik di sudut jalan Kota Gresik, Jawa Timur. Bahkan foto patung ini viral di media sosial. Entah apa maksud dan tujuan Pemerintah Kabupaten membuat patung ini. Namun yang jelas pembangunannya menelan anggaran cukup besar dari dana CSR perusahaan BUMN di kota ini yakni Rp 1 miliar.

Pembangunan patung Gajah di Gresik ini langsung menuai nyinyiran dan gelak tawa lucu-lucuan dari para netizen . Pasalnya, hasil karya seni yang menghabiskan dana 1 milyar rupiah ini dinilai sangat tidak memuaskan, bahkan Patung Gajah Mungkur yang berada di Perlimaan Sukorame ini menuai  olok-olok dari para netizen.

Seperti  yang di unggah oleh akun facebook dengan nama Maiyi Maiyi yang mendapat ratusan komentar lucu dan postingan itu sudah dibagikan ratusan kali dan kemungkinan akan terus bertambah.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, Sekretaris PT. PETROKIMIA Gresik, Yusuf Wibisono menjelaskan bahwa dana 1 milyar tersebut bersumber dari dana Coorporate Social Responsibilty (CSR) dari PT. PETROKIMIA Gresik.

Namun pembangunan dan desain patung sepenuhnya dilakukan oleh pihak Dinas PUPR pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

"Dalam hal ini Pemkab Gresik minta sumbangan dari perusahaan kami. Untuk dana 1 Milyar itu kami ambilkan dari dana CSR PT. PETROKIMIA, namun kalau desain patung sepenuhnya dari pihak dinas PUPR kabupaten Gresik." terang Yusuf Wibisono.

Sedangkan dari Pemkab Gresik saat di konfirmasi tentang kontroversi patung gajah itu, Ida Lailatussa'diyah selaku Assisten II Perekonomian dan Pembangunan menjelaskan dengan berdalih bahwa tidak di benarkan dalam syariat Islam membuat patung menyerupai bentuk aslinya, maka dari itu patung sengaja di bangun dalam bentuk abstrak.

"Gresik ini kan kota Wali. Dan dalam syariat Islam itu tidak boleh membuat patung atau sesuatu yang bernyawa menyerupai bentuk aslinya. Maka dari itu, patung kita bangun dalam bentuk abstrak." Ungkap ida beralasan kenapa bentuk patung yang dibuatnya berbentuk aneh. (Aldian Dwi Pamungkas)