Selasa, 11 Oktober 2016

Empat Pemenang Tender Proyek UPS DKI, Dari Surabaya Saling Kenal

Empat Pemenang Tender Proyek UPS DKI, Dari Surabaya Saling Kenal
UPS
Ada yang menarik dari pemenang tender proyek pengadaan Uninterruptible Power Suply (UPS) di Provinsi DKI Jakarta tahun 2014 yang belakangan ramai diberitakan bermasalah. Setelah ditemukan kakak beradik, kini empat orang dari beberapa pemenang tender dari Surabaya, ternyata saling mengenal.

Keempat pemenang tender itu, dua diantaranya kakak beradik. Yakni, Tri Prakoso dan Adik Dwi Putranto. Tri Prakoso, adalah pemilik sekaligus Direktur Utama CV Wisanggeni, yang beralamat di Jl Manyar Sambongan, pemenang tender pengadaan UPS di SMAN 5 Jakarta senilai Rp 5.829.967.000. Sedangkan, Adik Dwi Putranto, pemilik perusahaan CV Parameswara yang berkantor di Jl Rungkut Harapan, pemenang lain proyek UPS di SMAN 1 Jakarta senilai Rp 5.832.200.000.

Seperti terakhir diberitakan, kedua kakak beradik ini ternyata juga kenal dekat dengan Ulya Abdillah, pemilik sekaligus Direktur Utama CV Tunjang Langit, yang berkantor di Ruko Graha Indah B1/44H, Jl Gayung Kebonsari, pemenang tender proyek pengadaan UPS di SMKN 27 Jakarta senilai Rp 5.832.618.000.

Diam-diam ketiganya juga mengaku kenal dengan Oni Eka Darmawan, pemilik sekaligus Direktur Utama CV Permata Padi Purnama, pemenang tender proyek UPS di SMKN 3 Jakarta, senilai Rp 5.830.000.000.

Bahkan perusahaan yang dipimpin Oni dan Ulya bisa dibilang masih berada dalam lingkup satu kantor di kawasan Ruko Graha Indah B1/ 44 H di Jl Gayung Kebonsari.

Yang membedakan posisi kantornya. CV Tunjang Langit milik Ulya berkantor di lantai 1, sedangkan CV Permata Padi Purnama milik Oni menempati lantai 3 di alamat Ruko tersebut. Sedangkan di lantai 2 masih di alamat Ruko yang sama, ditempati sebagai Kantor Asosiasi Distributor dan Leveransir yang diketuai oleh Adik Dwi Putranto.

Maka hampir setiap hari ketiganya selalu bertemu di kantor yang terdiri tiga lantai di Ruko Graha Indah B1/ 44H Jl Gayung Kebonsari tersebut. Bahkan, Ulya dan Adik, sudah berteman sejak duduk di bangku SMP. ?Kita dulu juga sama-sama kuliah di jurusan Ekonomi Unair,? ungkap Adik, yang juga diakui Ulya. Keduanya semakin akrab karena kini sama-sama duduk di kepengurusan Kadin Jatim.

Sebaliknya, Tri Prakoso mengaku kenal dekat dengan Oni karena keduanya sejak lama sama-sama berkecimpung di kepengurusan HIPM Jatim. ?Ya, bagi saya selama bisa menambah persaudaraan, kenapa tidak. Kalau bisa saya merangkul teman sebanyak mungkin,? ucap Oni.

Kendati saling kenal, keempat pengusaha ini menolak dibilang memenangkan tender proyek pengadaan UPS di Jakarta dari cara berkolusi. Sebab, lelangnya melalui online LPSE. "Kita tidak pernah tahu kalau kita sama-sama mendaftar lelang. Baru tahu setelah diumumkan waktu sudah sampai dalam tahap penawaran, ya lewat membuka situs di LPSE itu,? ungkap Ulya, mewakili ketiga rekannya.

Proyek pengadaan UPS digelar Agency ULPD Provinsi DKI Jakarta Himpunan Pokja I dengan Satker Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Pusat. Belakangan, proyek iyu ramai diungkit pendanaannya dari APBD Provinsi setempat yang disebut-sebut tergolong korupsi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar